Deteksi Kebohongan Melalui Gestur Tubuh

SevenVoicesPR > Insights edit > Point of View > Deteksi Kebohongan Melalui Gestur Tubuh

Manusia menggunakan komunikasi untuk berinteraksi antara satu dengan yang lainnya untuk menyampaikan pesan-pesan atau mengutarakan keinginan serta maksudnya kepada orang yang dituju. Namun dalam praktiknya, beberapa pesan dalam interaksi komunikasi, kerap kali tidak sesuai dengan kenyataan atau berkata bohong.

Bohong menurut Morissan (2013) diartikan sebagai manipulasi yang disengaja terhadap informasi, perilaku dan gambaran diri dengan tujuan untuk mengarahkan orang lain pada kepercayaan atau kesimpulan yang salah. Buller & Burgoon (Morissan, 2013) mengemukakan bahwa kebohongan dilakukan sebagai strategi untuk menyelamatkan diri. Selain itu orang sering kali menghadapi beberapa situasi yang membuat mereka berkata bohong. Beberapa kondisi yang memicu perkataan bohong adalah untuk menghindari diri dari menyakiti atau menyinggung orang lain, untuk menekankan kehebatan diri, menghindari konflik, mempercepat atau memperlambat hubungan.

Mengapa gestur tubuh? Karena secara naluriah, tubuh manusia akan memunculkan perilaku nonverbal yang berlawanan, ketika sesorang sedang berbohong.

Meskipun perilaku kebohongan seringkali tidak terungkap, namun melihat gestur tubuh merupakan salah satu cara untuk mendeteksi kebohongan seseorang. Mengapa gestur tubuh? Karena secara naluriah, tubuh manusia akan memunculkan perilaku nonverbal yang berlawanan ketika kita berbohong. Hal ini disebabkan seorang pembohong akan mengalami rasa cemas dan khawatir atas kebohongannya. Perasaan khawatir ini yang sering kali dimunculkan dalam bentuk perilaku yang terlihat (Morissan, 2013).

Pease & Pease (2004) mengungkapkan bahwa ketika seseorang mulai berbohong, tubuh seseorang akan mengirimkan sinyal kontradiktif, yang memberi kita perasaan bahwa mereka tidak mengatakan yang sebenarnya. Selama mereka berbohong, pikiran bawah sadar mengirimkan energi saraf yang muncul sebagai isyarat yang dapat bertentangan dengan apa yang dikatakan. Ketidaksesuaian sekilas yang muncul di wajah mengungkapkan konflik dalam emosi. Kebanyakan orang percaya bahwa ketika seseorang berbohong, mereka lebih banyak tersenyum daripada biasanya, tetapi penelitian menunjukkan sebaliknya, mereka yang berbohong akan sedikit tersenyum.

Dua cara paling umum yang dilakukan orang untuk berbohong menurut Pease & Pease (2004), pertama mempraktikan gerakan-gerakan yang dirasakan ketika berbohong, namun hanya akan berhasil ketika orang tersebut berlatih mengatakan banyak kebohongan dalam jangka waktu yang lama. Kedua, mereka dapat berbohong dengan mengurangi gerakan tubuh mereka sehingga tidak memunculkan gerakan kontradiktif ketika berbohong, namun hal ini pun sulit untuk dilakukan.

Oleh karena itu, Pease & Pease (2004) menyebutkan terdapat tujuh gestur umum yang sering muncul ketika seseorang berbohong, yaitu:

  1. Menutupi mulut: beberapa orang mencoba untuk menyamarkan dengan membuat batuk palsu. Ketika seseorang menutup mulut ketika berbicara, dapat menunjukkan bahwa mereka mungkin menyembunyikan sesuatu.
  2. Menyentuh hidung: hal ini disebabkan ketika kita berbohong bahan kimia yang dikenal sebagai katekolamin dilepaskan, menyebabkan jaringan di dalam hidung membengkak sehingga kita cenderung menyentuh hidung kita.
  3. Menggosok mata: perilaku ini dilakukan sebagai upaya otak untuk menghalangi penipuan, keraguan, atau hal-hal yang tidak menyenangkan yang dilihatnya, atau untuk menghindari harus melihat wajah orang yang dibohongi. Mereka juga menghindari tatapan pendengar dengan mengalihkan pandangan.
  4. Memegang telinga: ketika kita merasa cemas, individu akan cenderung memegang telinganya untuk mengurangi kecemasan.
  5. Menggaruk leher: gerakan ini menunjukkan ketidaksetujuan, ketika seseorang menyatakan setuju sambil menggaruk lehernya ini menandakan bahwa sebenarnya ia merasakan hal yang berbeda dengan perkataannya.
  6. Menarik kerah: tekanan darah orang yang berbohong akan meningkat dan menyebabkan keringat terbentuk di leher. Hal ini membuat pembohong akan melakukan gerakan menarik kerah bajunya.
  7. Menaruh jari di mulut: gerakan ini merupakan perilaku yang tidak disadari yang muncul dari alam bawah sadar seseorang ketika merasa dibawah tekanan. Seperti seorang anak kecil yang mencari keamanan dengan menghisap jarinya.

Demikian beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kebohongan seseorang melalui gestur tubuhnya. Meskipun begitu ciri-ciri tersebut belum tentu menandakan sesorang berbohong, karena kebohongan mungkin saja dapat dilakukan dengan baik ketika seseorang berlatih dengan baik dan dalam jangka watu yang cukup lama. Semoga kita terhindar ya dari kebohongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *